Oleh: Fadhil Sofian Hadi
Anak adalah amanat dari Allah.
Kehadirannya menjadi impian setiap pasangan setelah untaian kata ‘sah’ keluar
dari para saksi di acara akad pernikahan. Keharuan mulai menyelimuti raga pasangan
yang halal tersebut. Dalam beberapa bulan masa penantian, harapan disandarkan
kepada-Nya, menunggu kehadiran sang buah hati yang dinanti, lahir membawa tangis
bahagia bagi kedua orang tua.
Penantian pun tiba. Sang buah
hati lahir dengan selamat. Tentunya, berbagai persiapan telah dipersiapkan oleh
ayah dan bunda. Persiapan yang bukan hanya bersifat penampilan jasmani
(materi) saja akan tetapi pembekalan adab (spiritual) dan akhlaknya juga paling
diutamakan. Agar sang buah hati kelak dapat tumbuh seimbang, baik bekal jiwa
dan bekal raganya.
Menjadi sebuah kewajiban yang
tidak bisa di tawar-tawar bagi kedua orang tua untuk membekali sang buah hati, kususnya
di era modern seperti saat ini. Zaman dimana adab dan akhlak mulai digerus oleh
pengaruh pergaulan bebas yang memvirus di luar batas kewajaran. Di samping
kerusakan adab dan pergaulan, pun di era sekarang tidak sulit mencari tips mendidik
sang buah hati.
Terdapat banyak buku dan terapi
parenting yang dengan mudah didapatkan oleh orang tua sebagai bekal mendidik
sang buah hati. Bahkan pelatihan,
workshop dan seminar
parenting
sekarang menjadi sebuah kebutuhan dalam keluarga. Hal ini memang tidak dapat
dipungkiri, karena pada jaman millennial, mendidik sang buah hati sangat
penting, untuk menghindari berbagai pengaruh, terutama pengaruh gadget digital
dan kecanduan
game yang marak melanda anak didik kita.
Dr. Muhammad Nur Abdul
Hafizh Suwaid di dalam bukunya
Prophetic Parenting (buku recommended
untuk para orang tua) menuliskan tentang tanggung jawab orangtua dalam mendidik
sang anak. Beliau mengutip beberapa perkataan
Imam Al-Ghazali tentang
peran orangtua dalam mendidik anaknya.
“Anak
adalah amanat ditangan kedua orangtuannya. Harinya yang suci adalah
mutiara yang masih mentah belum dipahat maupun dibentuk. Apabila dibiasakan dan
diajari dengan kebaikan maka dia akan tumbuh dengan kebaikan itu. namun,
apabila dibiasakan dengan keburukan dan dilalaikan seperti dilalaikannya hewan,
pasti anak itu akan celaka dan binasa.”
Agar orang tua tidak salah dalam
memberikan bekal kepada sang buah hati, maka ada beberapa perkara yang menjadi
kunci suksesnya pembekalan untuk sang anak. Kunci
pertama yang harus
diajarkan kepada sang buah hati adalah memperkenalkan Allah sabagia Tuhan yang
telah menciptakannya. Bagi sebagian orang, mungkin terlalu dini dalam
memperkenalkan Allah pada diri sang anak.
Bahkan ada yang mengatakan tidak
penting memperkenalkan Allah, kelak setelah sang anak beranjak dewasa akan
mengetahuai dengan sendiri siapa Tuhannya. Pendapat ini sangat menyesatkan
bahkan sangat berbahaya. Karena pada dasarnya, hal yang paling utama untuk
diajarkan kepada anak adalah mengenal Allah sebagai Tuhannya. Bukan mengajarkan
berhitung, membaca, menulis, menyanyi dan lain sebaginya.
Orang tua yang baik tidak akan
rela anaknya menjadi anak yang durhaka dan melawan perintahnya. Jika ada anak
yang berbuat demikian, maka tanda tanya besar bagi kedua orangtua anak
tersebut. Bisa dipastikan kedua orang tuanya tidak pernah mengajarkan anaknya
untuk mengenal Allah sebagai Maha Pencipta. Allah yang maha besar. Dari sinilah
sumber keburukan dan celaka, persis seperti apa yang dikatakan oleh Imam
Al-Ghazali diatas.
Kemudian kunci
kedua
yang harus diajarkan kepada sang anak adalah cinta kepada Rasulullah, Muhammad
Saw. Orangtua harus dapat membimbing sang anak untuk mengenal dan meniru
bagaimana akhlak, adab dan akhlak Nabi Muhammad Saw. Tentunya, sebelum orangtua
mulai mengajarkan pendidikan kepada sang anak, utamanya mereka harus belajar
dahulu bagaiman kisah, sejarah dan perjuangan Rasulullah Saw.
Jangan sampai orang tua
mengajarkan kecintaan kepada Rasulullah, sementara mereka sendiri tidak
mengerti makna cinta dan pendidikan yang mereka ajarkan. Untuk menghindari hal
tersebut, maka para orang tua wajib membaca kisah perjalanan hidup Rasulullah
Saw. Agar rasa cinta kepada nabi Muhammad Saw tumbuh dalam jiwa dan perangai
para orangtua, keluarga dan anaknya.
Kunci yang
terakhir dalam
mendidik sang anak adalah mengajarkan mereka membaca al-Qur’an. Sudah lumrah
dalam lingkungan masyarakat dan keluarga, bahwa membaca al-Qur’an adalah
langkah mendidik anak paling
shahih. Ada dua pendapat yang kuat dalam
mengajarkan sang anak membaca al-Qur’an. Pendapat
pertama, disunahkan
bagi sang anak untuk belajar menmbaca al-Qur’an di tempat orang lain (guru
mengaji). Dan
kedua belajar membaca al-Qur’an dirumah sendiri.
Pendapat pertama didasarkan
kepada sunnahnya menuntut ilmu diluar tempat tinggal. Karena akan lebih
mendatangkan keberkahan dalam belajar. Akan tetapi, belajar di luar rumah bukan
karena kedua orangtua tidak bisa membaca Al-Qur’an
(ngaji) sehingga
tidak bisa mengajarkan kepada anaknya, melainkan orangtua juga dituntut harus
dapat membaca Al-Qur’an, mengingat penting dan wajibnya hukum membaca Al-Qur’an
bagi kaum Muslim.
Jika orangtua mengajarkan
anaknya sendiri dalam membaca Al-Qur’an, maka hal itu lebih baik. Karena,
dengan mudah orangtua mengontrol sang anak. Dengan mengajarkan sang anak mengaji
dirumah, juga mempermudah identifikasi masalah, melihat kelemahan, kelebihan
dan tindak tanduknya. Walaupun itu sebenarnya tingkah laku sang anak akan
berbeda jika dia belajar diluar rumah besama teman-temannya. Intinya, jangan
larang anak-anak untuk mengaji di rumah guru ngaji bersama teman-temannya. Orangtua
hanya perlu mendoakan sang anak, saat sang anak akan pergi mengaji. Dan sebagai
orangtua yang baik, lantunkan do’a-do’a terbaik untuk sang buah hati. Semoga
niat dan do’a tersebut menjadi penolongnya dalam mencari ilmu.
Semoga kita dapat memberikan
bekal pendidikan terbaik kepada anak-anak kita. Sebagai ladang pahala kita yang
akan kita petik kelak di akherat.
Amiin.
Wallahu a’lam bisshowab.
Artikel ini
juga dimuat di Panjimas dengan judul “Bekal Pendidikan Terbaik Untuk Sang Buah
Hati”
https://www.panjimas.com/citizens/2017/11/10/bekal-pendidikan-terbaik-untuk-sang-buah-hati/
Sangat bermanfaat..
BalasHapusAlhamdulillah..
HapusTerimakasih telah berkunjung ke blog saya mas. Salam kenal dari Taliwang Sumbawa Barat mas