Kamis, 01 Desember 2016

Nilai Peradaban Islam yang di Rampas


Sebuah renungan untuk saudaraku yang tetap Istiqimah dengan aqidahnya kepada Allah….Untuk Saudaraku yang tetap yakin akan pertolongan Allah pasti akan datang menghampiri…Kepada Saudaraku yang tetap berusaha menjaga harta karun aqidah, keimanan, ketakwaan, amanah, keadilan, toleransi, kejujuran dan sebagainya…

Kisah dibawah ini adalah bagian kecil, dari ribuan atau bahkan jutaan Hikmah yang telah dirampas dari nilai luhur aqidah dan identitas kita sebagai Muslim..

Syeikh Muhammad Abduh, seorang ulama besar dari Mesir, pernah geram, marah bercampur aduk terhadapan pandangan dunia Barat yang menganggap bahwa Islam adalah kuno dan terbelakang. Muhammad Abduh dengan lantang mengatakan kepada Joseph Ernest Renan (seorang filsuf Prancis) tentang kehebatan, keindahan, kebesaran Islam yang merupakan ajaran untuk mencintai Ilmu, mendukung kemajuan, menjunjung tinggi keadilan, menjunjung peradaban dan sebagainya.

Renan, yang merupakan pengamat dunia Timur mengajukan sebuah tantangan kepada Syekh Muhammad Abduh. Renan mengatakan:

“Saya tahu persis kehebatan nilai-nilai Islam dalam Qur’an, tetapi tolong tunjukkan satu komunitas Muslim di dunia yang dapat menggambarkan kehebatan ajaran Islam, dan kehebatan peradaban Islam”

Setelah Renan melemparkan pertanyaan tersebut kepada Syekh Muhammad Abduh, lantas Syekh itu pun terdiam, beliau tidak bisa menjawab tantangan dari Renan. Beliau merasakan seperti didadanya mengganjal batu besar yang menjepit akal dan pikirannya. Beliau terus memikirkan jawabannya. Namun, setelah berfikir panjang akhirnya beliaupun “diam” tidak bisa menjawabnya.

Setelah bebarapa dekade, sejumlah ahli dan pakar peneliti dari George Washington University di Amerika meneliti dan menguji tantangan Renan tersebut. Mereka menyusun dan mengambil beberapa nilai-nilai luhur Islam. Kejujuran, Amanah, Adil, Tepat waktu, Empati, Toleransi (tasammuh), Kebijaksanaan dan sebagainya berdasarkan Alqur’an dan Sunnah Akhlak Rasulullah. Para peneliti tersebut, menyusun indikator yang taerkait nilai-nilai luhur Islam yang selanjutnya disebut dengan Islamicity Index. 

Mereka melakukan penelitian terhadap 208 Negara, untuk mengukur seberapa islami Negara-negara tersebut. Dan ternyata hasilnya sangat menggemparkan dunia khususnya dunia Islam. Negara yang paling Islami yang tercatat dari Islamicity Index tersebut adalah Selandia Baru (New Zealand). Sedangkan Negara yang menjalankan ekonomi yang paling Islami adalah Irlandia. Dan Indonesia berada diurutan yang ke-140 untuk indeks keislaman dan menempati posisi yang ke-104 untuk Negara yang berekonomi Islami.

Jangan marah jika ada yang mengatakan bahwa di Mesir banyak orang Islam, namun mereka tidak melihat Islam. Jangan heran ketika berkunjung ke Kanada dan memerhatikan bahwa rumah disana tidak pernah dikunci atau jika barang kita tertinggal disuatu tempat, pasti ada yang akan mengembalikannya.

Yaa.. Kondisi tersebut pernah kita alami, ketika masih kecil dulu di kampung halaman. Kondisi dimana kejujuran, keadilan, kedamaian dan kenyamanan. Namun tidak ditemuain lagi pada masa sekarang baik itu di kampung halamn kita sendiri. Muslim telah meninggalkan ajaran kejujuran, disiplin dan amanah. Sehingga Negara-negara muslim memiliki masyarakat yang selalu penuh curiga. Tidak mau jujur kalau menjadi saksi, mempermainkan hukum, mempermainkan keadilan, tidak taat aturan, dan sulit sekali menolong sesama mereka.

Umat Islam menjadi terbelakang karena meninggalkan ajaran Islam dan tidak meneladani Rasulullah. Sebagai contoh, perintah Iqra’ atau membaca pada umumnya diterapkan oleh masyarakat di negara maju yang mayoritas penduduknya adalah mayoritas Non-Muslim. Jika di Jepang orang selalu memanfaatkan waktu luang dengan membaca. Masyarakat Indonesia memanfaatkan waktu luang dengan bergosip. Padahal tindakan bergosip akan menghanguskan pahala. 

Berapa banyak orang Islam yang melempar sampah dari jendela mobil mewahnya atau membuang sampah sembrangan di pinggir jalan, ditempat umum, disekitar masjid atau dirumah kita sendiri tanpa rasa malu dan bersalah. Berapa banyak orang Islam yang tersangkut kasus korupsi, tanpa rasa khianat, padahal mereka tahu harta tidak akan dibawa mati dan balasannya adalah Neraka...

Namun sebagi muslim saya ingin mengatakan. Mungkin mereka para peneliti-peneliti itu lupa kalau Islam memiliki Mekkah dan Madinah. Dimana disanalah terletak nilai-nilai luhur Islam yang kalian cari, disanalah letak pondasi peradaban Islam yang tinggi yang ingin kalian curi. Dan disanalah harta karun keadilan, kebahagiaan, kejujuran, toleransi dan sebagainya yang kalian buru.. Yaa.. disana di MEKAH dan MADINAH..

Demikian renungan yang singkat ini. Penulis salin dari buku “Pendidikan Karakter” Mengembangkan Karakter Anak yang Islami. Tulisan dari Ridwan Abdullah Sani & Muhammad Kadri..

Semoga bermanfaat. Amiin
Terima kasih
Think Fresh do The Best

1 komentar: